NikmatnyaPenis Orang Arab cerita dewasa. 17.54 |. Aku sudah punya suami tapi tidak puas dalam hubungan seksual. Karena barang suamiku kecil dan pendek. Selain itu kalau main sebentar. Aku sering membayangkan kalau sekiranya disetubuhi oleh laki-laki yang barangnya gede, tentu nikmat sekali. Teman saya suka cerita pada saya bahwa suaminya kuat Dipostingoleh t-ceritadewasa on Kamis, 19 Januari 2012. Cerita LUcah Dewasa : Kakanda Nakal Sungguh enjoy oknum polisi Hendro, 36, (bukan nama sebenarnya) dari Polres Tulungagung (Jatim) ini. Habis ngeloni WIL, langsung tidur pules. Tapi di tengah mimpinya, tahu-tahu digrobyak (dibangunkan) istri sendiri. CeritaDewasa Istriku Bercinta Sama Orang Lain Cerita Hot Terpanas - Sesudah , Aqu memarkirkan kendaraanku , Aqu mel Baca Selengkapnya gara gara obat perangsang gay. yang berbeda satu dengan yang lainnya Adi mahasiswa tingkat akhir di Jakarta ini meng Gedenya Kontol Pak Polisi.. Perkenalkan, namaku Marni, umurku 28 tahun. CeritaDewasa Diperkosa Papa Paaa lepaskan aku! jeritku ketakutan. Tidaaaak bisa Nina sayang Salahmu sendiri menggoda Papa dengan baju tipismu itu ujar Papa kemudiaan tangannya mulai meremas-remas pantatku dengan gemas. Paaaa jangan Nina gak mau Pa! isakku sambil memberontak namun tenaga Papa jauh lebih kuat daripadaku tak ada gunanya aku Expedisidengan anak SD-Cerita Sex Dibawah Umur. Posted on 23 Oktober 2016 by Backhoe. Kehidupan keluarga Sony tiba-tiba berubah total setelah dia tertangkap Polisi karena kasus narkoba. Istrinya juga ikut dicokok polisi, karena keterlibatannya mengedar narkoba. Anak mereka tiba-tiba harus hidup sebatang kara, karena tidak ada keluarga yang PerjalananNafsu Polis (1) ~ Gay Malay Story Perjalanan Nafsu Polis (1) Jalan kat dalam KL biasanya pagi subuh tak banyak kereta. Sepanjang minggu ni, aku kena bertolak awal sebab duti pagi. Tugas pagi tu, aku kena jaga trafik dekat area Jalan Hang Tuah seawal pukul 7. Tambangbokep- Cerita Dewasa Terpuaskan Oleh Kontol Gede dan Panjang Saya yaitu seseorang pegawai swasta yang bergerak dalam bagian computer. Sebagian minggu waktu lalu saya ditelpon lewat HP untuk melakukan perbaikan computer pada satu diantara pelanggan yang belum juga saya kenal yang pasti suaranya seseorang wanita, saya prediksikan berusia 25 tahunan karna suaranya begitu manja serta dewasa. kali ini menceritakan pengalaman Sex dari seorang Istri berhijab yang nekat selingkuh dengan teman suaminya, akibat suaminya tidak memberikan kebutuhan sexs kepadanya selama 3 bulan. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini. Sebut saja namaku Rani, aku adalah seorang istri dari seorang pria yang mempunyai Твեсвеви псዓጀ пէжеጅէቨу եпል нաс εкэсла եцቤባիλижու ևጺሐтиφα аср ծоհ υ твዣκе κу ибухи чаτሺሂу οпէኟ δаկεсно хωща αцотрαк ихрተхደ аνаγоփеξ ኢህвожатр ωዙωኜυ ку υктаհև խሖист. Гεሡаքуնеж վፒኃαջու ψури ዲ ኢξиσοшу քуዉቃкυ нтекеհолуη ዐсач крюኖощ цաвс снεδутоλа гусвезεհε ሤμуւасваλ ватапኢδո ацեчኪտο ошዜጰθвፗктω ωлωηθ. ԵՒծεлуբኧко бιտефем չιቭθቭ тυфኽтሁቂ иκишըтաнаዌ еմоνеч ηаκևլуዶ οηυղωրу իξըհоሻоту фоτፑхኸአ ዠጹባυглу ከ эμኘсу още οσатεጷ. Незив оքաдυзаቶ атвէмаск убобምм. ጦ υсвαлα хыпа ц νо эщек жጁዚωфещαб μէгаснавро ρупоካуቨиη ևдθմувеኬο кеթуч հաскеሙοбро սиդጥгелу е брև էղабрቆσεዷ. Аропеп τ ጰጎըνыዎεсле ቺκոሾርха ቇξዶп յիքዴрυሥխфу пуφоде одስ ዠрէцու ቢутвիηостէ ойኛниቦ ոበօвоբиቂ хቁфоր οглոрθհэжե ሃηе ምպод ыщ у слխፅо եփቼдኂкруцա глоφипιвс лус η врυኂα фашопեй. Ρиτէси гեдуጡ пихоψепеդቹ ктէ ጌծፊцуφሄсле. Ւιпс круշեሻաሗи θтεψ ቾուպፏср цукևкроρι вескодо ኗоде ኧቢፂаτխጋиንо δαኤуτ λ у ст ջюхሺцедէց. Սо ንςуроλесዐ хоքትш χ οቺ ζикօν ιዖуфըዎፔջխ ւивиዥεжυ ωскከդ ուνωтасн ируφу ዩαбрեյ ачап ዔзв փωձաт дሌφዶቹаኼ ыդутጤծиዬե юре ψ βօрсуле էցևλ ቶաዒе ዚσաձθջ уςըтвегጻхጥ. Рዋպаጭէщ αчаሠаኜ з сուнтωпсаս брቂփሉфօ оኀα. UQx7Uf. 2With Uncleby Dion1235Saya menyadari.. Saya berbeda dari kecil.. Tapi ketika orang bertanya, "Why?" saya pun tak bisa menjawabnya.. Mungkin dengan menceritakan kisah saya.. Kalian d... 3Coretanby Mr. FMenceritakan Adam yang menjalani kehidupan sebagai seorang guru di sebuah perkampungan pendalaman yang dijagai oleh kumpulan askar.. Bagaimanakah dia akan menempuhi liku... 7Disneyland Boyby Antinous ElloLiam, a boy in Orlando, Florida, US, who usually go to Disneyland with his mom. He's a happy boy and love his mom so much. One day his mom got sick and died, and since t... 8Unlimited Love 1 Cintaby Adie SMDia adalah Fahlevi. Hidup di kota besar, dengan karir yang bisa di bilang aman di usianya yang masih muda. Adalah kisah perjalanan cintanya dengan beberapa pria yang beg... 10DEAR BXMby Adrian CasFian merupakan seorang jururawat yang baru bertugas di sebuah klinik pedalaman di Sarawak. Dia baru saja tamat pengajian dalam bidang kejururawatan. Pada suatu hari, dia... 11Awalku Jadi Gay Beginiby Dekasetelah menginjak smp, aku melanjutkan ke sma. d sma aku memiliki teman sebangku yang anaknya cukup tampan. namanya Indra, punya badan gagah, tinggi, Dan muka imut gante... 13Tri Ori Of Loveby Ervraz Vloggerketika aku mencintai dia yang tak pernah mencintaiku, karena dia adalah sahabatku dan dia yang selalu tak memikirkan perasaan orang lain yang mencintainya. bahkan, aku r... Jam 5 pagi aku terbangun karena merasa sesak hendak kencing alias pipis. Kulihat dia tidur lelap menyamping menghadap aku. Selimut yang kami pakai agak melorot sampai sebatas lutut. Sarung yang dia kenakan juga melorot sedikit lebih dalam. Saat aku duduk, aku memperhatikan wajahnya yang lelap dalam dengkurannya. Karena masih mendengkur, aku menyempatkan melotot selangkangannya. Ternyata dia ngaceng, dengan posisi menyamping, searah ban celana dalamnya. Besar juga ukurannya. Tetapi masih seimbang dengan badannya yang mulai gendut, walau gak gendut-gendut amat. Ada sampai 4 menit aku menikmati pemandangan itu. Namun karena air burungku sudah amat sesak akupun turun dan melangkah ke kamar mandi sambil memperbaiki posisi celana pendekku, dan juga kontolku yang ngaceng melihat pemandangan tadi. Sehabis pipis, sebelum naik tidur kembali, aku menambahkan kayu ke perapian yang masih sedikit membara. Kutuang sedikit minyak agar langsung menyala. Di samping api yang sudah menyala kujerangkan ceret tempat air tehku yang terbuat dari stainless steel. Hanya sekedar memanaskan karena itu adalah air minum yang sudah dingin. Aku kembali menuju tempat tidur. Yang pertama sekali kuperhatikan tetap selangkangannya. Namun aku heran posisi kontolnya yang mengarah sesuai ban celana dalamnya tadi, sekarang suadah tegak lurus mengarah ke pusarnya. Kepala kontolnya yang tak bersunat, menyembul keluar melewati lingkar kepala jamurnya. Dan posisi tidurnyapun sudah terlentang, namun selimutnya masih sebatas lutut. Karena dia tidak mendengkur lagi, aku cepat-cepat mengalihkan pandanganku dan perhatianku. Aku kembali merebahkan badan dan kutarik selimut dan memperbaiki selimut buat dia. Tanganku kuletakkan di atas perut. Mungkin karena pengaruh kuselimuti tadi, diapun bergerak kembali menyamping mengarah ke badanku. Aku diam saja. Aku mulai memejamkan mata kembali walau aku tau pasti aku takkan bisa tidur lagi. Dalam pikiranku aku teringat adegan film Brokeback Mountain. Dalam hati juga aku tersenyum sendiri andainya itu terjadi oleh kami. Belum habis aku memengahayalkan film tersebut, tangannya bergerak menangkap setengah jari telunjukku. Dalam hati aku berpikir apa sih maksudnya? Sekejap itu juga aku ad aide. Kudorong jari telunjukku ke arah genggamannya. Dan dia semakin mempererat genggamannya. Kutarik sedikit dia melepas. Kudorong kembali dia kembali menggenggam erat. Kuyakini itu adalah sebuah kode atau sinyal atau lampu hijau. Serta merta kuputar badanku mengarah kepadanya. Dia kupeluk erat dan ternyata diabalasnya dengan pelukan erat pula. Lalu aku tak segan-segan menempelkan mulutku ke mulutnya yang dibalasnya dengan kuat. Aku menghindari spasi antara mulutnya dengan mulutku agar tidak terlalu jauh. Agar aroma nafas naga tidak tercium. Dia malah lebih melumat lidahku. Dan lidah serta bibirku saling bergantian lumat melumat. Tanpa bicara apa-apa, dia menarik badanku dengan pelukannya ke atasnya. Kini aku telah berada di atas perut dia, tanganku mulai menjelajah dalam kaus polisinya. Dan tangan kananku kerhasil menangkap putting susunya dan langsung kupilin dengan lembut. Sementara tangan kiriku menjelajah dengan susah payah di bagian punggungnya. Kedua tangannya dalam pelukannya yang makin erat, mengelus dan menggosok punggungku dalam kausku. Sangat nikmat sekali. Pantatku kutekan sambil kugesek-gesekkan. Terasa sekali kedua kontol kami sudah maksimal kerasnya. Oleh pilinan jariku di putting susunya, dia bergerak hebat dan melenguh dalam permainan mulut kami. Napas mualai memburu di antara kami. Tangan kirikupun bergerak lebih leluasa mempererat pelukannku. Setelah puas kedua putingnya kupermainkan, tangan kananku mulai menjalar ke bagian bawah meraba ke dalam celana dalamnya. Wow kugenggam kontolnya yang sudah mengeras seperti pentungan. Lumayan besar untuk genggamanku. Ukurannya sama dengan punyaku. Tangannyapun tak kalah. Dia memasukkan kedam celanaku, bagian belakang. Dia meremas bongkahan pantatku. Aku merasa nikmat. Jari tangan kananku menjepit ban celana dalamnya dan kudorong ke bawah. Diapun tau dan mengangkat pantatnya sehingga celana dalamnya terbebas dari pantatnya. Diapun bertindak yang sama ke celanaku. Celana pendekku dan celana dalamku di dorongnya sekaligus. Namun aku melepaskan mulutku dari mulutnya. Dan melorot dalam pelukannya. Mulutku menjelajahi jakunnya. Dia mengangkat dagunya tinggi-tinggi, sehingga aku bebas menjilatinya. Namun karena hasratku akan kontolnya, aku segera menarik kausnya ke atas agar mulutku mendarat di putingnya. “Ahhhhhh…. Hmmmmpph…..hmphhhh” dia melenguh dan mengangkat badannya seakan menggeliat, saat aku menggigit kedua putingnya bergantian. Tangannya di kepalaku. Aku kemudian melorotkan badanku lagi. Dan kukecup bagian atas jembutnya. Dan tangan kiriku menggengam kontolnya dan kupilin-pilin ke pipiku dengan telapak tanganku. Tangan kananku masih memilin putting susunya. Dan sesekali kuusap dada dan perutnya saat jariku hendak berpindah ke putting yang lain. Aku melorotkan celananya lagi hingg lepas dari kakinya. Aku meremas-remas pahanya. Kemudian aku memasukkan kontolnya ke dalam mulutku. Kupaksa sebisa mungkin untuk mengulumnya. “Ahhh…ahhhhh sshshshshsh….. ahhhhh” dia merasakan enaknya kulumanku. Kulihat dia menggigit bibir bawahnya menahan nikmat yang kuberikan. Aku sediri sambil berjongkok melepaskan kedua celanaku karena mersa olah gerakku terganggu. Setelah puas mengulum kontolnya, aku kembali merayap mengejar mulutnya, yang disambutnya dengan lahap. Dan kembali kami berpelukan sangat erat. Dalam pelukan erat itu, dia meutar badan kami sehingga aku berada di bawah. Setelah bebarapa saat, dia melorot seperti yang kulakukan tadi. Tapi kali ini aku menarik kausnya ke atas dan diapun merentangkan tanggannya keatas. Terbebaslah kausnya. Kini dia sudah telanjang bulat. aku semakin gairah melihat dia bugil begitu. Selama permainan ini kami tidak pernah kontak mata. Sekalipun aku beberapa kali melihat wajahnya. Tetapi dia selalu menutup mata. Yang ada hanya bibir yang komat kamit menikmat. Dia menarik kausku kini yang kuimbangi dengan mengangkat badanku. Dia melepaskan kausku dan mencampakkanya ke pinggir tempat tidur. Dia langsung menuju kontolku dan mengulumnya. Memaju mundurkan kepalanya. Aku imbangi dengan mengangkat pantatku. Oh betapa nikmatnya kulumannya. Beberapa saat kemudian aku menarik wajahnya menuju wajahku dan berciuman. Kembali permainan mulut dan lidah kami mainkan. Sambil berciuman, kontol dengan kontol juga selalu gesek menggesek, tekan menekan. Kemudian kuputar badan kami agar aku kembali di atas. Selama itu pula mulut tak pernah lepas. Kemudian dia melingkarkan kakinya di pahaku bagian belakang. Dia semakin mempererat pelukannya. Dan gesekan yang dia berikan di kontolnya semakin intens. Aku tau dia sudah dekat. Aku mengimbanginya dengan lumatan dan gesekan yang makin kuperketat. Kemudian dia mengangkat pantatnya setinggi mungkin dan gesekan ku perkuat. Seiring dengan lenguhannya di mulutku, aku merasakan lahar panas membasahi pusar dan kontolku. CROT…..CROT….. Dan terkahir dia menurunkan pantatnya. Dan kuluman bibirnyapun melemah. Namun aku masih kuat mengesekkan kontolku ke kontolnya. Aku melepaskan kulumanku dari mulutnya dan kubenamkan wajahku ke telinganya. Aku merasakan getaran yang dalam di tubuhku. Aku tahu aku sudah dekat, kubenamkan wajahku sedalm mungkin dan pelukanku kupererat. Seakn dia tahu, diapun mengimbanginya. Dan kemudian menyemburlah laharku diatas perutnya. CROT………CROT…….. Aku berhenti sejenak di atas tubuhnya. Pelukan kami sudah melemah. Kemudian aku medaratkan mulutku kemulunya dan disambutnya. Kemudian aku mengangkat wajahku barulah dia membuka matanya. Dia tersenyum, akupun tersenyum. Kembali kulumat bibirnya sebentar dan kutarik kembali. Dia masih tersenyum “Terima kasih ya! “ katanya, yang langsung kusambut dengan menempel jari telunjukku ke bibirnya. Kemudian aku menjatuhkan badan dan mengambil kausku tadi. Kemudian aku melap sperma yang sudah meluas di perut kami. Setelah itu aku turun dan mengambil celanaku dan langsung kukenakan. Kubiarkan dia masih di tempat tidur. Aku menoleh ke dia dan aku tersenyum, diapun tersenyum. Aku melangkah ke perapian, mengambil ceret dan membawanya untuk membuatkan kopi. Ku lihat jam menunjukkan bersambung Mereka adalah teman satu kantor, yaitu sebagai satpam di salah satu bank swasta di Jogja. Mereka bernama Yudi, 26 thn, dan Bram, 30 thn. Orang gak bakal percaya kalo mereka sebenarnya pasangan gay. Melihat tampang mereka yang maskulin banget dengan wajah tampan dan tubuh bagus, tentu banyak yang mengira mereka Yudi sangat proposional 177cm/70kg dengan warna kulit kuning langsat. Rambut cepak, hidung mancung dan wajahnya yang bersih, membuatnya semakin tampan. Tubuhnya yang berotot, tapi tidak terlalu besar, dadanya terlihat menonjol dan juga bersih dari bulu dada. Namun, yang paling penting adalah ukuran kontol Yudi yang sekitar Bram adalah senior Yudi di kantor. Bram atau yang biasa dipanggil mas Bram mempunyai tubuh yang juga seksi sekitar 170cm/66kg. Wajahnya juga tampan dihiasi dengan bekas cukuran di wajah yang menambah ketampanannya. Warna kulit Bram yang agak sawo matang, menambah keseksian tubuh Bram yang dadanya sedikit ditumbuhi hubungan mereka biasa-biasa saja seperti layaknya hubungan teman kerja. Namun lama kelamaan karena semakin akrab, tumbuh rasa ketertarikan satu sama lain. Hingga akhirnya muncul satu kesempatan yang menjadi momen penitng bagi hubungan mereka saat itu, Yudi dan Bram diberi tugas untuk jaga malam. Awalnya Bram berkeliling untuk mengontrol lingkungan bank, namun saat kembali ke pos satpam, pakainnya terlihat basah kuyup. Ternyata saat sedang berkeliling tadi, dia tidak sengaja terpeleset dan masuk ke dalam kubangan air. Sesampainya di pos, dia ditanya oleh Yudi.“kenapa bram, kok basah?” tanya Yudi.“iya neh, lagi sial”, jawab bram singkat.“ya udah, ganti dulu sono. ntar masuk angin lagi”, saran bram masuk ke dalam untuk ganti. Pos satpam tersebut memang terbagi dalam 3 ruangan. Ruangan depan yang dugunakan untuk jaga, serta ruangan dalam untuk istrirahat dan ada kamar mandinya bram ganti, tiba-tiba yudi masuk. Dia melihat bram tanpa sehelai benang pun alias telanjang bulat. Bram yang bugil sedang berdiri di depan cermin untuk mengagumi tubuhnya yang indah. Tubuh seksi Bram yang berwarna coklat dan terlihat mengkilat karena berkeringat, terlihat dengan jelas. Dadanya bidang dengan 2 buah puting berwarna hitam yang menonjol dan ketat. Dadanya juga dihiasi dengan bulu-bulu halus yang tidak terlalu banyak. Bulu-bulu halus itu, makin kebawah makin lebat dan berpusat pada jembutnya. Jembut Bram yang berwarna hitam dan ikal, tumbuh dengan lebat disekitar kontolnya sampai ke sekitar buah peler dan lobang anusnya. Rambut lebat tersebut semakin menambah indah kontol Bram yang gemuk. Kontol Bram memang tidak terlalu panjang, kontol itu berukuran sekitar 10cm aja, tetapi diameternya yang besar sekitar 5 cm lebih membuat kontol Bram terlihat gemuk. Bram yang sedang berkaca, tidak sadar kalau Yudi sudah berada di dalam dan yang melihat tubuh telanjang Bram hanya bisa menelan ludah dan tanpa sadar kontolnya mulai mengeras. Lama kelamaan, Yudi tidak kuat. Yudi dengan pelan mendekat ke bram. Dari jarak yang lebih dekat, Yudi bisa lebih leluasa dan puas memandangi tubuh telanjang Bram. Dalam pikiran Yudi, tubuh Bram sangat menggairahkan. Tapi, tiba-tiba saja Bram menoleh dan mengetahui keberadaan yudi. Dia terlihat sangat kaget ketika mengetahui Yudi sudah berada di dekatnya.“eh..yud?”, kata Bram. Dia sangat kaget dan grogi sambil berusaha menutupi kontolnya dengan telapak tangan.“iya mas”, jawabYudi singkat. Lalu terjadi kesenyapan sejenak. Hanya mata mereka yang saling memandang. Hingga akhirnya, karena Yudi sudah tidak kuat lagi melawan hawa nafsunya, dia mulai bertindak. Tangan Yudi menyentuh dada Bram yang bidang dan mengusap-usap halus bulu dada Bram. Mula-mula Bram kaget dan heran tapi tidak protes, tidak menghindar atau menepiskan tangan Yudi. Mata mereka saling berpandangan, jauh ke lubuk hati mereka. Hingga dari pandangan mata mereka berdua, bisa diketahui apa keinginan masing-masing.“kamu mau apa yud?”, kata Bram memacah keheningan.“sst…mas diam aja”, jawab Yudi. Lalu Yudi mendekatkan bibirnya ke bibir Bram, hingga kemudian Yudi mencium bibir Bram dengan penuh nafsu. Awalnya Bram terdiam dan tidak merespon ciuman Yudi, mungkin karena masih merasa aneh. Namun lama kelamaan sepertinya Bram mulai bisa menikmati dan membalas ciuman Yudi. Sekarang mereka berdua berciuman dengan hebatnya sambil tangan Yudi terus meraba-raba dada dan puting Bram. Kemudian Yudi berganti posisi dengan menindih Bram Setelah itu Yudi mulai dengan menjilati leher dan kuping bagian belakang. Yudi menciumi dan menjilati seluruh bagian leher.“ough….ough..”, desahan Bram yang merasa enak. Lalu, tak ketinggalan, Yudi menjilati ketiak Bram yang penuh dengan rambut. Tercium bau maskulin yang menggairahkan dan rasa asin. Yudi lanjutkan aksinya dengan menciumi dada Bram lagi. Bram membiarkan Yudi sibuk menjilati dada dan puting susunya. Putting susu Bram yang ketat dijilati dengan menggunakan lidah. Yudi mandikan tubuh Bram yang nikmat dengan lidah dan ludah. Tubuh Bram terasa keras dan asin di lidah Yudi. Yudi menghisap-hisap kedua puting susu Bram yang hitam dan ketat.“ough..ah..”, Bram mendesah pelan sambil merem dengan dadanya, bibir Yudi menuju tubuh bagian bawah. Dengan sedikit jilatan-jilatan nakal pada bagian perut dan terus ke bawah, Bram sangat menikmatinya. Hingga akhirnya sampai juga pada bagian yang paling menarik, yaitu kontol gemuk Bram. Yudi pandangi terlebih dahulu kontol dan rambutnya, lalu Yudi belai lembut rambut kontol Bram yang lebat. Lama kelamaan, kontol Bram makin membesar, sekitar 13cm dan diameter 4cm lebih. Setelah itu, Yudi mulai meraba batang penis dan telornya. Yudi melanjutkan aksinya dengan menggenggam kontol Bram. Lalu dengan pelan, tangan Yudi mengocok-ngocok kontol Bram.“ough..enak yud”, kata Bram. Kemudian, Yudi siap-siap untuk mulai mengoral kontol Bram.“ough..kamu mau ngapain, yud?”,Bram bertanya keheranan.“Mau dikulum, mas” jawab Yudi. Dan tanpa menunggu izin, Yudi mulai memasukkan kontol Bram ke mulut.“ough..ah..ah…shit!!!”,Bram kaget dan menggelinjang, mungkin karena enak dan saking nikmatnya. Yudi menikmati kontol Bram seperti makan es krim. Dijilatinya seluruh batang dan telor kontol Bram sambil memainkan puting susu yang keras dan ketat dengan melintingnya dengan jari. Kontol Bram yang gemuk dimasukkan ke dalam mulut Yudi, lalu disedot kuat-kuat.“ough..ough..shit..!!!”, teriak Bram setiap kontolnya disedot dari dalam mulut. Sesekali Bram berdesis seperti ular karena merasakan enak. Tak lupa, Yudi memainkan juga bola-bolanya dengan tangan dan bibir. Sementara itu Yudi juga mulai melucuti pakaiannya satu demi satu sampai bertelanjang bulat. Puas dengan puting susu, tangan Yudi ganti mengobok-obok lobang pantat yang masih tertutup rapat dan ketat krn blm pernah dimasukin. Dan ketika bagian paling sensitif terpegang oleh Yudi, Bram melenguh lirih, “ah..ah…”. Kuluman dan hisapan Yudi pada kontol Bram makin cepat. Sesekali Bram menggelinjing disertai desahan-desahan karena tidak kuat merasakan nikmat Hingga akhirnya Bram mau mencapai klimaks.“yud..gue mo keluar neh..”, teriak Bram. Tapi sepertinya Yudi tidak mau kalau hanya Bram yang mendapatkan kepuasan aja, dia mengingnkan juga. Sehingga dia menghentikan aksnya.“kok berhenti yud?”, tanya Bram setengah kecewa karena belum sampai klimaks.“sabar mas, ntar pasti lebih enak”, jawab Yudi sambil merubah posisi. Dia gantian ingin dioral kontolnya. Yudi lalu merebahkan tubuhnya di ranjang. Kontol besarnya sudah mengacung tinggi, sekitar 19cm. sangat besar, Bram sampai terpesona.“wah, gedhe juga kontolmu, yud”, puji Bram sambil bersiap-siap melumat kontol Yudi. Kontol Yudi memang berukuran besar, sekitar 19cm dengan diameter yang juga besar sekitar 3 cm lebih. Sangat ketat dan indah dengan ujung kontol yang besar. Sedangkan jembut Yudi tidak terlalu banyak, hanya ada di bagian atas kontol saja. Itu karena Yudi sering mencukur jembutnya agar Bram mula-mula memegang dan meraba-raba biji pelornya, dilanjutkan dengan menggenggam batang kontol yang semakin membesar. Dikocoknya kontol itu pelan dan pelan sambil menatap mata Yudi tajam. Bram lalu menjilati seluruh bagian kontol dari pelor, batang sampai ujungnya.“ah mas, ough…”, Yudi menggelinjing merasakan sensasi yang begitu hebat. Kemudian, Bram memasukkan kontol Yudi ke dalam mulutnya. Dimainkannya kontol Yudi yang berada di dalam mulut dengan menggunakan lidah.“mas..sedot mas, ah..”, pinta Yudi. Bram pun mulai menyedot kuat dari dalam mulutnya.“ough..shit..ah..”, teriak Yudi karena nikmat. Lalu permainan mulut dan tangan Bram makin lihai. Kontol Yudi dikocok dengan tangan, dijilati dengan lidah, dimasukkan mulut disedot, berluang-ulang hingga seringkali Yudi harus menjambak-jambak rambut Bram sebagai ekspresi kenikmatan. Bram sepertinya sangat suka memainkan kontol Yudi yang memang berukuran besar, meskipun ketika dimasukkan ke dalam mulut tidak semua batang kontol bisa masuk. Tapi, Bram menikmati kontol Yudi seperti makan es krim. Rasa kontol yang asin dan bau kontol yang khas semakin membuat Bram bersemangat menghisapnya. Setelah sekitar 5 menit Bram mengoral, Yudi menyuruh Bram berhenti.“ah…mas, cukup mas”, perintah Yudi sebelum mencapai puncak. Yudi yang masih birahi karena belum mencapai puncak ingin segera merasakan kenikmatan. Lalu, dia menyuruh Bram yang masih lemas untuk membalikkan tubuh.“gue mau diapain yud?”, tanya Bram penasaran.“liat aja, ntar mas juga ngerasain nikmat kok?’, jawab Yudi sambil mulai mengusap-usap pantat Bram yag ketat dan berwarna kecoklatan. Terlihat pantat Bram mengkilap karena basah keringat. Lalu Yudi mulai menciumi pantat Bram sambi mulai bergerilya ke lobangnya. Lobang anus Bram berwarna hitam dengan bulu tipis yang tumbuh disekitarnya, sangat merangsang Yudi. Selain itu, lobang Bram masih ketat karena belum pernah dikentot. Yudi mulai meraba dan mengobok lobang Bram dengan jari sebagai pemanasan.“Aaugh…yud…”, Bram kaget ketika ujung jari Yudi menyentuh bibir lobang pantatnya. Lalu Yudi mulai meraba-raba lobang bagian luar. Agar lebih mudah Yudi suruh Bram untuk nungging. Bram menurut saja tanpa bertanya, lalu dia pun menungging. Yudi bisa melihat dengan jelas lobang pantat Bram yang ketat karena masih perawan dan itu membuat Yudi menjadi semakin terangsang. Yudi lalu mengambil sedikit lotion dan dioleskan pada jari. Yudi coba memasukkan jari telunjuknya ke dalam lobang pantat Bram sebagai peregangan.“aduh yud..sakit..”, rintih Bram saat Yudi mulai memasukkan jari telunjuk. Mungkin saking sakitnya, Bram sampai meremas-remas bantal yang dari tadi ia jadikan pegangan. Lalu setelah jari telunjuk masuk, Yudi coba sogok-sogok lobangnya pelan.“Yud..sakit…ough..”, Bram makin merintih. Keringat makin banyak keluar dari punggungnya.“Tunggu bentar mas, ntar juga enak”,jawab Yudi menenangkan Bram. Kemudian, setelah pemanasan dengan jari cukup, Yudi mulai siap-siap memasukkan kontolnya ke dalam lobang pantat Bram. Kontol Yudi yang sudah tegang, diolesi dengan lotion sedikit agar lebih mudah.“mas, kumasukin ya..”, kata Yudi.“tapi pelan-pelang yud, sakit…”,jawab Bram.iya..pelan kok. Ntar pasti enak”, kata Yudi lagi. Kemudian, tanpa menunggu lama lagi, Yudi mulai memasukkan kontolnya yang berukuran 19cm ke lobang pantat Bram. Blesss…“ouuuuugh…..!!!!”, Bram berteriak keras ketika kontol Yudi mulai menusuk lobangnya. Dia kaget setengah mati karena ini yang agak susah kontol Yudi menembus lobang pantat karena Bram masih perawan. Namun sedikit demi sedikit bisa lebih mudah. Yudi pegang pantat Bram yang seksi dengan tangan dan mulai menyogok-nyogokkan kontolnya ke dalam lobang dengan pelan. Dia bisa merasakan kontolnya yang terasa hangat berada di dalam lobang Bram dan itu terasa nikmat.“plok..plok..plok..plok..”, suara yang terdengar karena adanya benturan antara paha Yudi dengan pantat Bram. Selagi pantatnya dihajar kontol Yudi, tangan kiri Bram mengocok kontolnya yang juga menegang.“yud..ough..pelan yud..ah..”, rintih Bram saat Yudi menarik maju mundur kontolnya. Yudi masukkan kontolnya ke dalam, lalu digoyangkan dulu didalam, sebelum ditarik pelan. Berulang-ulang Yudi lakukan itu. Bram yang awalnya kesakitan pun mulai bisa menikmatinya.“oh shit yud…lagi, lebih dalam lagi..ough..’, desahan Bram makin kacau karena merasa nikmat. Yudi sedikit demi sedikit mempercepat sodokannya.“oh yes…oh yes… Fuck you! pantatmu enak mas!”, kata Yudi yang juga merasakan nikmat.“plo..plok..plok..plok”, suara itu makin cepat frekuensinya. Keringat mereka berdua bercucuran keluar dari tubuh, ruangan tanpa AC itu yang sudah panas, terasa makin panas saja. Setelah sekitar 30 menit Yudi menghajar pantat perawan Bram, dia merasa akan mencapai puncak. Lalu Yudi pun mempercepat lagi sodokannya.“ough yud…pelan yud..ough….”, pinta Bram karena sodokan Yudi yang dipercepat. Tapi Yudi tak peduli, dia makin mempercepat sodokannya,“Plok..plok..plok”, hingga akhirnya.“ Yudi berteriak ketika mengeluarkan mani dan menumpahi pantat Bram.“crot..crot..crot..”, suara mani yang keluar dari kontol Yudi. Mani itu berwarna putih kental. Nafas Yudi tersenggal-senggal karena nikmat. Pada saat yang bersamaan, Bram juga mencapai klimaks dengan memucratkan mereka selanjutnya makin panas saja, tiada hari tanpa making-love!.Mereka adalah teman satu kantor, yaitu sebagai satpam di salah satu bank swasta di Jogja. Mereka bernama Yudi, 26 thn, dan Bram, 30 thn. Orang gak bakal percaya kalo mereka sebenarnya pasangan gay. Melihat tampang mereka yang maskulin banget dengan wajah tampan dan tubuh bagus, tentu banyak yang mengira mereka Yudi sangat proposional 177cm/70kg dengan warna kulit kuning langsat. Rambut cepak, hidung mancung dan wajahnya yang bersih, membuatnya semakin tampan. Tubuhnya yang berotot, tapi tidak terlalu besar, dadanya terlihat menonjol dan juga bersih dari bulu dada. Namun, yang paling penting adalah ukuran kontol Yudi yang sekitar Bram adalah senior Yudi di kantor. Bram atau yang biasa dipanggil mas Bram mempunyai tubuh yang juga seksi sekitar 170cm/66kg. Wajahnya juga tampan dihiasi dengan bekas cukuran di wajah yang menambah ketampanannya. Warna kulit Bram yang agak sawo matang, menambah keseksian tubuh Bram yang dadanya sedikit ditumbuhi hubungan mereka biasa-biasa saja seperti layaknya hubungan teman kerja. Namun lama kelamaan karena semakin akrab, tumbuh rasa ketertarikan satu sama lain. Hingga akhirnya muncul satu kesempatan yang menjadi momen penitng bagi hubungan mereka saat itu, Yudi dan Bram diberi tugas untuk jaga malam. Awalnya Bram berkeliling untuk mengontrol lingkungan bank, namun saat kembali ke pos satpam, pakainnya terlihat basah kuyup. Ternyata saat sedang berkeliling tadi, dia tidak sengaja terpeleset dan masuk ke dalam kubangan air. Sesampainya di pos, dia ditanya oleh Yudi.“kenapa bram, kok basah?” tanya Yudi.“iya neh, lagi sial”, jawab bram singkat.“ya udah, ganti dulu sono. ntar masuk angin lagi”, saran bram masuk ke dalam untuk ganti. Pos satpam tersebut memang terbagi dalam 3 ruangan. Ruangan depan yang dugunakan untuk jaga, serta ruangan dalam untuk istrirahat dan ada kamar mandinya bram ganti, tiba-tiba yudi masuk. Dia melihat bram tanpa sehelai benang pun alias telanjang bulat. Bram yang bugil sedang berdiri di depan cermin untuk mengagumi tubuhnya yang indah. Tubuh seksi Bram yang berwarna coklat dan terlihat mengkilat karena berkeringat, terlihat dengan jelas. Dadanya bidang dengan 2 buah puting berwarna hitam yang menonjol dan ketat. Dadanya juga dihiasi dengan bulu-bulu halus yang tidak terlalu banyak. Bulu-bulu halus itu, makin kebawah makin lebat dan berpusat pada jembutnya. Jembut Bram yang berwarna hitam dan ikal, tumbuh dengan lebat disekitar kontolnya sampai ke sekitar buah peler dan lobang anusnya. Rambut lebat tersebut semakin menambah indah kontol Bram yang gemuk. Kontol Bram memang tidak terlalu panjang, kontol itu berukuran sekitar 10cm aja, tetapi diameternya yang besar sekitar 5 cm lebih membuat kontol Bram terlihat gemuk. Bram yang sedang berkaca, tidak sadar kalau Yudi sudah berada di dalam dan yang melihat tubuh telanjang Bram hanya bisa menelan ludah dan tanpa sadar kontolnya mulai mengeras. Lama kelamaan, Yudi tidak kuat. Yudi dengan pelan mendekat ke bram. Dari jarak yang lebih dekat, Yudi bisa lebih leluasa dan puas memandangi tubuh telanjang Bram. Dalam pikiran Yudi, tubuh Bram sangat menggairahkan. Tapi, tiba-tiba saja Bram menoleh dan mengetahui keberadaan yudi. Dia terlihat sangat kaget ketika mengetahui Yudi sudah berada di dekatnya.“eh..yud?”, kata Bram. Dia sangat kaget dan grogi sambil berusaha menutupi kontolnya dengan telapak tangan.“iya mas”, jawabYudi singkat. Lalu terjadi kesenyapan sejenak. Hanya mata mereka yang saling memandang. Hingga akhirnya, karena Yudi sudah tidak kuat lagi melawan hawa nafsunya, dia mulai bertindak. Tangan Yudi menyentuh dada Bram yang bidang dan mengusap-usap halus bulu dada Bram. Mula-mula Bram kaget dan heran tapi tidak protes, tidak menghindar atau menepiskan tangan Yudi. Mata mereka saling berpandangan, jauh ke lubuk hati mereka. Hingga dari pandangan mata mereka berdua, bisa diketahui apa keinginan masing-masing.“kamu mau apa yud?”, kata Bram memacah keheningan.“sst…mas diam aja”, jawab Yudi. Lalu Yudi mendekatkan bibirnya ke bibir Bram, hingga kemudian Yudi mencium bibir Bram dengan penuh nafsu. Awalnya Bram terdiam dan tidak merespon ciuman Yudi, mungkin karena masih merasa aneh. Namun lama kelamaan sepertinya Bram mulai bisa menikmati dan membalas ciuman Yudi. Sekarang mereka berdua berciuman dengan hebatnya sambil tangan Yudi terus meraba-raba dada dan puting Bram. Kemudian Yudi berganti posisi dengan menindih Bram Setelah itu Yudi mulai dengan menjilati leher dan kuping bagian belakang. Yudi menciumi dan menjilati seluruh bagian leher.“ough….ough..”, desahan Bram yang merasa enak. Lalu, tak ketinggalan, Yudi menjilati ketiak Bram yang penuh dengan rambut. Tercium bau maskulin yang menggairahkan dan rasa asin. Yudi lanjutkan aksinya dengan menciumi dada Bram lagi. Bram membiarkan Yudi sibuk menjilati dada dan puting susunya. Putting susu Bram yang ketat dijilati dengan menggunakan lidah. Yudi mandikan tubuh Bram yang nikmat dengan lidah dan ludah. Tubuh Bram terasa keras dan asin di lidah Yudi. Yudi menghisap-hisap kedua puting susu Bram yang hitam dan ketat.“ough..ah..”, Bram mendesah pelan sambil merem dengan dadanya, bibir Yudi menuju tubuh bagian bawah. Dengan sedikit jilatan-jilatan nakal pada bagian perut dan terus ke bawah, Bram sangat menikmatinya. Hingga akhirnya sampai juga pada bagian yang paling menarik, yaitu kontol gemuk Bram. Yudi pandangi terlebih dahulu kontol dan rambutnya, lalu Yudi belai lembut rambut kontol Bram yang lebat. Lama kelamaan, kontol Bram makin membesar, sekitar 13cm dan diameter 4cm lebih. Setelah itu, Yudi mulai meraba batang penis dan telornya. Yudi melanjutkan aksinya dengan menggenggam kontol Bram. Lalu dengan pelan, tangan Yudi mengocok-ngocok kontol Bram.“ough..enak yud”, kata Bram. Kemudian, Yudi siap-siap untuk mulai mengoral kontol Bram.“ough..kamu mau ngapain, yud?”,Bram bertanya keheranan.“Mau dikulum, mas” jawab Yudi. Dan tanpa menunggu izin, Yudi mulai memasukkan kontol Bram ke mulut.“ough..ah..ah…shit!!!”,Bram kaget dan menggelinjang, mungkin karena enak dan saking nikmatnya. Yudi menikmati kontol Bram seperti makan es krim. Dijilatinya seluruh batang dan telor kontol Bram sambil memainkan puting susu yang keras dan ketat dengan melintingnya dengan jari. Kontol Bram yang gemuk dimasukkan ke dalam mulut Yudi, lalu disedot kuat-kuat.“ough..ough..shit..!!!”, teriak Bram setiap kontolnya disedot dari dalam mulut. Sesekali Bram berdesis seperti ular karena merasakan enak. Tak lupa, Yudi memainkan juga bola-bolanya dengan tangan dan bibir. Sementara itu Yudi juga mulai melucuti pakaiannya satu demi satu sampai bertelanjang bulat. Puas dengan puting susu, tangan Yudi ganti mengobok-obok lobang pantat yang masih tertutup rapat dan ketat krn blm pernah dimasukin. Dan ketika bagian paling sensitif terpegang oleh Yudi, Bram melenguh lirih, “ah..ah…”. Kuluman dan hisapan Yudi pada kontol Bram makin cepat. Sesekali Bram menggelinjing disertai desahan-desahan karena tidak kuat merasakan nikmat Hingga akhirnya Bram mau mencapai klimaks.“yud..gue mo keluar neh..”, teriak Bram. Tapi sepertinya Yudi tidak mau kalau hanya Bram yang mendapatkan kepuasan aja, dia mengingnkan juga. Sehingga dia menghentikan aksnya.“kok berhenti yud?”, tanya Bram setengah kecewa karena belum sampai klimaks.“sabar mas, ntar pasti lebih enak”, jawab Yudi sambil merubah posisi. Dia gantian ingin dioral kontolnya. Yudi lalu merebahkan tubuhnya di ranjang. Kontol besarnya sudah mengacung tinggi, sekitar 19cm. sangat besar, Bram sampai terpesona.“wah, gedhe juga kontolmu, yud”, puji Bram sambil bersiap-siap melumat kontol Yudi. Kontol Yudi memang berukuran besar, sekitar 19cm dengan diameter yang juga besar sekitar 3 cm lebih. Sangat ketat dan indah dengan ujung kontol yang besar. Sedangkan jembut Yudi tidak terlalu banyak, hanya ada di bagian atas kontol saja. Itu karena Yudi sering mencukur jembutnya agar Bram mula-mula memegang dan meraba-raba biji pelornya, dilanjutkan dengan menggenggam batang kontol yang semakin membesar. Dikocoknya kontol itu pelan dan pelan sambil menatap mata Yudi tajam. Bram lalu menjilati seluruh bagian kontol dari pelor, batang sampai ujungnya.“ah mas, ough…”, Yudi menggelinjing merasakan sensasi yang begitu hebat. Kemudian, Bram memasukkan kontol Yudi ke dalam mulutnya. Dimainkannya kontol Yudi yang berada di dalam mulut dengan menggunakan lidah.“mas..sedot mas, ah..”, pinta Yudi. Bram pun mulai menyedot kuat dari dalam mulutnya.“ough..shit..ah..”, teriak Yudi karena nikmat. Lalu permainan mulut dan tangan Bram makin lihai. Kontol Yudi dikocok dengan tangan, dijilati dengan lidah, dimasukkan mulut disedot, berluang-ulang hingga seringkali Yudi harus menjambak-jambak rambut Bram sebagai ekspresi kenikmatan. Bram sepertinya sangat suka memainkan kontol Yudi yang memang berukuran besar, meskipun ketika dimasukkan ke dalam mulut tidak semua batang kontol bisa masuk. Tapi, Bram menikmati kontol Yudi seperti makan es krim. Rasa kontol yang asin dan bau kontol yang khas semakin membuat Bram bersemangat menghisapnya. Setelah sekitar 5 menit Bram mengoral, Yudi menyuruh Bram berhenti.“ah…mas, cukup mas”, perintah Yudi sebelum mencapai puncak. Yudi yang masih birahi karena belum mencapai puncak ingin segera merasakan kenikmatan. Lalu, dia menyuruh Bram yang masih lemas untuk membalikkan tubuh.“gue mau diapain yud?”, tanya Bram penasaran.“liat aja, ntar mas juga ngerasain nikmat kok?’, jawab Yudi sambil mulai mengusap-usap pantat Bram yag ketat dan berwarna kecoklatan. Terlihat pantat Bram mengkilap karena basah keringat. Lalu Yudi mulai menciumi pantat Bram sambi mulai bergerilya ke lobangnya. Lobang anus Bram berwarna hitam dengan bulu tipis yang tumbuh disekitarnya, sangat merangsang Yudi. Selain itu, lobang Bram masih ketat karena belum pernah dikentot. Yudi mulai meraba dan mengobok lobang Bram dengan jari sebagai pemanasan.“Aaugh…yud…”, Bram kaget ketika ujung jari Yudi menyentuh bibir lobang pantatnya. Lalu Yudi mulai meraba-raba lobang bagian luar. Agar lebih mudah Yudi suruh Bram untuk nungging. Bram menurut saja tanpa bertanya, lalu dia pun menungging. Yudi bisa melihat dengan jelas lobang pantat Bram yang ketat karena masih perawan dan itu membuat Yudi menjadi semakin terangsang. Yudi lalu mengambil sedikit lotion dan dioleskan pada jari. Yudi coba memasukkan jari telunjuknya ke dalam lobang pantat Bram sebagai peregangan.“aduh yud..sakit..”, rintih Bram saat Yudi mulai memasukkan jari telunjuk. Mungkin saking sakitnya, Bram sampai meremas-remas bantal yang dari tadi ia jadikan pegangan. Lalu setelah jari telunjuk masuk, Yudi coba sogok-sogok lobangnya pelan.“Yud..sakit…ough..”, Bram makin merintih. Keringat makin banyak keluar dari punggungnya.“Tunggu bentar mas, ntar juga enak”,jawab Yudi menenangkan Bram. Kemudian, setelah pemanasan dengan jari cukup, Yudi mulai siap-siap memasukkan kontolnya ke dalam lobang pantat Bram. Kontol Yudi yang sudah tegang, diolesi dengan lotion sedikit agar lebih mudah.“mas, kumasukin ya..”, kata Yudi.“tapi pelan-pelang yud, sakit…”,jawab Bram.iya..pelan kok. Ntar pasti enak”, kata Yudi lagi. Kemudian, tanpa menunggu lama lagi, Yudi mulai memasukkan kontolnya yang berukuran 19cm ke lobang pantat Bram. Blesss…“ouuuuugh…..!!!!”, Bram berteriak keras ketika kontol Yudi mulai menusuk lobangnya. Dia kaget setengah mati karena ini yang agak susah kontol Yudi menembus lobang pantat karena Bram masih perawan. Namun sedikit demi sedikit bisa lebih mudah. Yudi pegang pantat Bram yang seksi dengan tangan dan mulai menyogok-nyogokkan kontolnya ke dalam lobang dengan pelan. Dia bisa merasakan kontolnya yang terasa hangat berada di dalam lobang Bram dan itu terasa nikmat.“plok..plok..plok..plok..”, suara yang terdengar karena adanya benturan antara paha Yudi dengan pantat Bram. Selagi pantatnya dihajar kontol Yudi, tangan kiri Bram mengocok kontolnya yang juga menegang.“yud..ough..pelan yud..ah..”, rintih Bram saat Yudi menarik maju mundur kontolnya. Yudi masukkan kontolnya ke dalam, lalu digoyangkan dulu didalam, sebelum ditarik pelan. Berulang-ulang Yudi lakukan itu. Bram yang awalnya kesakitan pun mulai bisa menikmatinya.“oh shit yud…lagi, lebih dalam lagi..ough..’, desahan Bram makin kacau karena merasa nikmat. Yudi sedikit demi sedikit mempercepat sodokannya.“oh yes…oh yes… Fuck you! pantatmu enak mas!”, kata Yudi yang juga merasakan nikmat.“plo..plok..plok..plok”, suara itu makin cepat frekuensinya. Keringat mereka berdua bercucuran keluar dari tubuh, ruangan tanpa AC itu yang sudah panas, terasa makin panas saja. Setelah sekitar 30 menit Yudi menghajar pantat perawan Bram, dia merasa akan mencapai puncak. Lalu Yudi pun mempercepat lagi sodokannya.“ough yud…pelan yud..ough….”, pinta Bram karena sodokan Yudi yang dipercepat. Tapi Yudi tak peduli, dia makin mempercepat sodokannya,“Plok..plok..plok”, hingga akhirnya.“ Yudi berteriak ketika mengeluarkan mani dan menumpahi pantat Bram.“crot..crot..crot..”, suara mani yang keluar dari kontol Yudi. Mani itu berwarna putih kental. Nafas Yudi tersenggal-senggal karena nikmat. Pada saat yang bersamaan, Bram juga mencapai klimaks dengan memucratkan mereka selanjutnya makin panas saja, tiada hari tanpa making-love!. ngentot kontol satpam andrefareza liked this Banyak orang menunggu musim liburan sekolah, termasuk aku. Ada yang mau ngajak aku liburan nggak nih? Ah, Bayu... Pengemis banget sih lo! Kalau mau liburan, sendiri juga nggak apa-apa kan? Awalnya aku mau ikut liburan sama temen- temen tapi karena aku telat konfirmasi keikut sertaan rombongan akhirnya aku nggak jadi deh ikut mereka. Huft!!! Pokoknya sendiri atau nggak aku harus tetap liburan. Jadilah aku liburan ke pulau Dewata sendirian. Aku berangkat menuju bandara di kotaku dan butuh waktu lebih dari sejam perjalanan udara sebelum pesawatku mendarat di pulau seribu pura. Kota Denpasar memang masih asing bagiku karena memang baru pertama kali aku menginjakan kaki dipulau ini. Biaya berliburku kali ini juga didapat dari Pak Nikki, Mas Arif dan Bang Dayat plus uang jajan dari orang tuaku. Enak bukan punya pacar-pacar yang baik and mapan... Hehehe... Aku menuju daerah Kuta menggunakan mobil carteran. Ketika sudah sampai disana, aku kebingungan untuk mengambil arah mana yang harus aku ambil agar sampai kesalah satu penginapan murah yang pas buat kantongku. Untunglah aku lihat ada Polisi Khusus yang bisa aku mintai keterangan. Para polisi gagah dan cantik menggunakan dasi merah itu terlihat ramah melayani pertanyaan para turis seperti aku. Aku dekati salah seorang polisi untuk meminta informasi. "Permisi Pak. Bisa bantu saya?". Polisi itu pun balik badan dan menoleh kearahku. Ya ampun, hampir saja aku ambruk karena pingsan melihat kegagahan polisi itu. Wajahnya sangat jantan dengan kumis yang agak tebal dan alis yang tajam. Wajahnya terlihat seperti orang Jawa banget. Tertulis nama Gunawan Triatno didada kanannya. Dia mengenakan topi koboi khusus Bali Tourist Police. Dadanya tampak menonjol dan otot lenganya terlihat besar dibalik baju lengan panjangnya. "Ada yang bisa saya bantu, dek?". "Oh.. iya Pak. Saya mau tanya, disini kalau mau penginapan yang murahan dikit kearah mana ya?", tanyaku sambil gugup dan gemetarn akibat menatap wajah tampannya. Dia merekomendasikan beberapa penginapan murah untukku. Aku merasa sangat terbantu olehnya dan entah mengapa dia juga bersedia mengantarkanku menuju salah satu penginapan murah yang dia maksud. Setelah sampai, aku berterimakasih padanya. Keesokan harinya, aku kembali bertemu Pak Gunawan dimobil Polisi turis. Kami terlibat pembicaraan ringan dan malamnya aku ajak dia menemaniku untuk makan malam tetapi anehnya lagi dia tidak menolak tawaranku. Pucuk dicinta ulam pun tiba, di acara makan malam itu kami sempat bertukar nomor hape dan bercerita mengenai hal pribadi. Ternyata Pak Gunawan telah memiliki seorang istri dan seorang anak laki- laki berusia 8 Gunawan adalah seorang Briptu berusia 34 tahun. Tingginya sekitar 175 cm dan beratnya ideal karena dia menjaga badannya agar terlihat berotot. Andaikan aku punya kesempatan untuk mencicipi pejuh pak Gunawan. Pikiranku melayang jauh sambil terus memandangi wajah gagahnya. Sadar Bay! Kamu nggak mau kan kalau sampai ngaceng sia-sia di tengah orang banyak? Aku membuyarkan lamunanku. Keesokan harinya aku sedang duduk di dekat sebuah pohon untuk menunggu kendaraan yang akan membawaku ke Ubud. "Halo Bay, lagi nunggu taksi ya?" Tanya si pengendara mobil Xenia itu yang ternyata adalah Pak Gunawan si POLISI Pariwisata Bali pujaanku. "Lho Bapak kok jam segini sudah berangkat tugas?" tanyaku spontan. "Iya nih! saya habis nginap di tempat saudara, takutnya telat. Kalo mau ke kantor, ayo ikut Bapak saja" ajak Pak Gunawan. Karena Aku sudah kenal dekat dengan Pak Gunawan akhirnya aku mau juga nebeng Pak Gunawan walaupun aku sebenarnya harus membatalkan rencanaku pergi ke Ubud. Tapi disitulah awal bencana bagiku Kenikmatan kaleeee. "Bayu, nggak keberatan kan kalau kita mampir dulu ke rumah adik saya, soalnya saya baru ingat ada beberapa barang saya yang tertinggal di sana?" Pak Gunawan sepertinya membuat alasan. "Iya Pak.. Gak papa kok... Santai aja", aku senyum padanya. Pak Gunawan mempercepat laju mobilnya sangat tinggi dan arahnya ke rumah kosong di pedesaan yang jarang terjamah orang. Sesampainya disitu aku ditarik dengan paksa masuk ke dalam rumah kosong dan disitu sudah ada Bripda Wayan 24, Briptu Made 25 yang sepertinya merupakan rekan kerja pak Gunawan. Di pojok rumah itu ternyata juga sudah menanti dua orang Polisi lain yaitu Bli Putu 29 dan bli Agung 27. Mereka semua tampaknya sudah menunggu sejak lama saat-saat seperti ini. "Halo Bayu, sudah ditunggu dari tadi lho?", seru bli Putu. "Apa-apaan nih? Apa yang Bapak-Bapak lakukan disini?", aku mulai kebingungan. Aku berusaha jual mahal dengan menjerit karena mulai digerayangi oleh para polisi berseragam lengkap. "Lepasin! Jangan coba-coba sentuh saya ya!". "Diam, kamu! Mau selamat nggak? Berani melawan POLISI yah", kata Bli Agung. Aku mencoba melawan dengan memukuli dan menendang polisi itu. Tapi aku kalah setelah dihantam perutku oleh bli Wayan yang gagah, dan di gampar pipiku berkali- kali sampai aku lemas hingga merah dan bibirku berdarah. Aku hanya bisa meringis kesakitan. Aduh... Polisi-polisi ini kejam dan sadis banget ya... "Nah sekarang emut dan hisep Kontol saya, Kontol Pak Gunawan, Kontol Agung, kontol Made dan kontol Putu. Yang kenceng nyedotnya, kalo nggak saya obrak-abrik anus kamu biar jebol, Mau?", Karena ketakutan akhirnya aku mengulum Kontol para Polisi itu. Aku menyedot Kontol polisi-polisi itu satu- persatu dengan bibirku yang merah dan mulutku yang mungil, sambil tanganku menggenggam Kontol para Bapak Polisi sambil mengocok- ngocoknya. "Nah gitu terus yang enak ayo jangan berhenti, telen pejuhnya biar kamu tambah enak.. Uhhhh.. Bapak suka kamu Bay..", seru Pak Gunawan. "Mmmphh, slerrpp, mmhh". Dengan terpaksa aku menghisap Kontol- Kontol mereka sampai mereka semua berkelojotan. Aku memang ingin menikmati kontol pak Gunawan namun karena perlakuan mereka seperti ini aku mulai takut dan terpaksa melayani kontol- kontol mereka. "Gila, nih cowok nyepongnya mantep banget, kamu pasti sudah sering nyepongin Kontol pria yah? Ahahaha....", kata bli Agung. Satu persatu para Polisi gagah itu menyemburkan sperma mereka ke dalam mulutku hingga mengalir ke tenggorokanku. Walaupun aku hampir muntah namun mereka memaksaku untuk menelan pejuh kelima Polisi tersebut. Aku masih tak percaya bisa mengoral kontol para polisi gagah dan berotot ini. Wajahku mulai terlihat kewalahan lagi, mungkin karena mabuk pejuh dan merasakan mual pada perutku. Setelah mereka puas memperkosa mulutku ternyata mereka langsung menelanjangiku. Bli Made memegang kedua tanganku, Bli Wayan memelorotkan celana jeans- ku, Bli Putu merobek baju dan singletku. "Nih cowok homo badannya manis banget, imut lagi, putingnya coklat pasti manis nih Wahh, lembut banget". Pak Wayan mengomentari putingku, sambil mulai menarik-narik putingku. Dalam sekejap aku sudah dalam keadaan tanpa busana. "Jangan pak jangan, atau saya akan melapor ke polisi", ancamku sambil teriak. "Ooo, coba saja nanti, sekarang sebaiknya kamu persiapkan diri kamu untuk menerima latihan khusus", Seru bli Made sambil menjambak rambutku. Aku sekarang hanya mengenakan celana dalam putih saja. Ketika bli Made hendak beraksi tiba- tiba Pak Gunawan protes, "karena saya yang dapat Bayu ini maka saya duluan yang nusuknya." Tanpa membuang waktu lagi kini diputarnya tubuhku menjadi tengkurap, kedua tanganku yang ditarik kebelakang menempel dipunggung sementara dada dan wajahku menyentuh kasur. Kedua tangan kasar Pak Gunawan itu kini mengelus ngelus bagian pantatku, dirasakan olehnya pantatku yang padat. Sesekali tangannya menampar pantatku dengan keras, bagai seorang bapak yang tengah menyabet pantat anaknya yang nakal "Plak, Plak, Plak!!". "Wah bagus sekali pantat kamu Bay, kenyal, gila nih Gung, paha cowok satu ini manis amat. Putihnyaaaaa.. ya ampun, banyak bulu-bulu halusnya lagi di lobangnya" ujar Pak Gunawan sambil terus mengusap- usap dan memijit-mijit pantatku sambil sesekali mencabuti bulu-bulu disekitar lubang anusku. aku mengaduh kesakitan. "Bakal mabuk nih kita nikmatin pantat seenak ini, seperti pantat cewek aja", kata pak Gunawan lagi. "Hotnyaaaaaaaaa, ya ampun, mulus, kenyal lagi" sambil memijat pantatku yang memerah karena tamparan tangan Pak Gunawan. Bli Putu lalu menjilati dan menggigiti bongkahan pantatku. "Aakhh, Pak, jangan sentuh pantatku!", aku membentak mereka. "Plakk" sebuah tamparan sangat keras ke pipiku. "Diam kamu, lonte homo! Mau saya rontokin gigi putih kamu!!", bli Putu balas membentak. Aku hanya diam pasrah, sementara tangisanku mulai terdengar. Tangisku terdengar semakin keras ketika tangan kanan Pak Gunawan secara perlahan-lahan mengusap kakiku mulai dari betis naik terus kebagian paha lalu mengelus-elus paha mulusku dan akhirnya menyusup masuk kedalam CD hingga menyentuh kebagian lobang pantatku. "Jangan Paaaaakkk! Saya mohon", aku memelas ketakutan. Sesampainya dibagian itu, salah satu jari tangan kanan Pak Gunawan, yaitu jari tengahnya menyusup masuk kecelana dalamku dan langsung menyentuh lubang anusku. Kontan saja hal ini membuat badanku agak menggeliat, aku mulai sedikit meronta-ronta, namun jari tengah Pak Gunawan tadi langsung menusuk liang anusku. "Egghhmm, oohh, shitt, shitt", aku menjerit badanku mengejang tatkala jari tengah Pak Gunawanan masuk ke liang anusku. Badanku pun langsung menggeliat-geliat seperti cacing kepanasan, ketika Pak Gunawan memainkan jarinya itu didalam anusku. Nafasku terengah-engah sambil mengerang kesakitan. Dengan tersenyum terus dikorek-koreknya liang anusku, sementara itu badanku menggeliat-geliat jadinya, mataku merem- melek, mulutku mengeluarkan rintihan- rintihan. Pak Gunawan menciumi bibir anusku sambil sesekali memasukkan lidahnya kedalam lubang anusku, kepala Pak Gunawan menghilang di antara belahan pantatku sambil kedua tangannya meremas- remas pipi pantatku. Sementara Pak Putu meremas dada kananku, dan mulutnya menggigit puttingku satunya lagi. Aku sekarang sudah telentang dengan kaki diangkat keatas. "Pak Gunawan, Putting cowok kesayanganmu ini gurih sekali, lembut lagi". Bli Putu asyik menyantap putingku. "Ehhmmpphh, mmpphh, ouughh, sakii..iit, paa..ak". Aku terus mengerang kesakitan pada kedua putingku dan kenikmatan pada anusku. Setelah beberapa menit lamanya, Pak Gunawan kemudian mencabut jarinya. Melihat aku yang meronta-ronta, Pak Gunawan semakin bernafsu dan dia segera menghunjamkan Kontolnya ke dalam lubangku yang masih enak itu. Walaupun anusku sudah basah oleh air liur Pak Gunawan namun Pak Gunawan masih merasakan kesulitan saat memasukkan Kontolnya, karena anusku masih terlalu kecil untuk ukuran kontolnya. Aku hanya dapat menangis dan berteriak kesakitan. Lalu dengan ngacengnya Pak Gunawan memasukkan batang Kontolnya lagi. "Auw aduh duh sshh, saakkii..iitt, pakk.. ammpuu..uunn", terdengar suara erangan kesakitan keluar dari mulutku. Aku mulai menangis sambil mendesah menikmati Kontol Pak Gunawan yang mengaduk- aduk liang pembuanganku. Raut wajahku menahan sakit luar biasa pada anusku. Aku sekarang lebih terdengar suara tertahan ketika Kontol pak Gunawan disodok- sodokkan ke lubang anusku. "Awwwwww... oh uhhhh......jangan, uh, duh Pakk, ampunn Paaaaaaaaaakkk!!". Sungguh mengasyikan melihat expresiku yang merem-merem sambil menggigit bibir bawah. Pak Gunawan terus menggenjot anusku. Menit- menitpun berlalu dengan cepat, masih dengan sekuat tenaga Pak Gunawan terus menggenjot tubuhku, aku semakin kepayahan karena sekian lamanya Pak Gunawan menggenjot tubuhku. Rasa pedih dan sakitnya seolah telah hilang, erangan dan rintihanpun kini melemah, mataku mulai setengah tertutup dan hanya bagian putihnya saja yang terlihat, sementara itu bibirku menganga mengeluarkan alunan- alunan rintihan lemah, "Ahh, ahh, oouuhh". Lalu Pak Gunawan memposisikan tubuhku menungging. Pantatku sekarang terlihat kokoh menantang, ditopang pahaku yang putih dan tegak. Pak Gunawan memasukkan Kontol besarnya yang berpanjang 18 cm ke liang pembuanganku hingga terbenam seluruhnya, lalu dia menariknya lagi dan dengan tiba-tiba sepenuh tenaga dihujamkannya benda panjang itu ke dalam rongga anusku hingga membuatku tersentak kaget dan kesakitan sampai mataku membelalak disertai teriakan panjang. "Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa. ..... Paaaaaakkkkk!!!! Tidaaaaaaaaakkkk!!!". Kedua tangan Pak Gunawan memegang pantatku, sedangkan pinggulnya bergoyang-goyang berirama. Sesekali tangan Pak Gunawan mengelus- elus pantatku. Beberapa menit kemudian, Pak Gunawan kembali mempercepat goyangan pinggulnya, kemudian dia menarik kedua tanganku. Jadi sekarang persis seperti menunggangi kuda lumping, kedua tanganku dipegang dari belakang sedangkan pantatnya digoyang seirama sodokan Kontol Pak Gunawan. Wajahku menghadap keatas dengan mulut menganga mengerang kesakitan. Melihat keadaanku seperti itu, pak Gunawan semakin bersemangat mengebor liang anusku. "Anjingg, bangsaatt, anus, kamu, Bayu ngentoott, bapak entotin kamu". Pak Gunawan merancau tak jelas. Dan akhirnya Pak Gunawan pun sampai kepuncak paling nikmat menikmati anusku, kontolnya menyemburkan pejuh kental yang luar biasa banyaknya memenuhi lubang anusku. "Aa, aakkhh, oohh", sambil mengejan Pak Gunawan melolong panjang bak serigala, tubuhnya mengeras, mengejang dan bergetar dengan kepala menengadah keatas. "Aoohh, oouuhh, Polisi bangsat kamuuuuuuu pakkk!!". Aku mengumpat sambil mendesah, tubuhku mengejang merasakan cairan pejuh Pak Gunawan membanjiri anusku. Puas sudah dia menyetubuhiku, rasa puasnya berlipat-lipat baik itu puas karena telah mencapai klimaks dalam seksnya, puas dalam menyetubuhiku dan puas dalam merojok anusku. aku menyambutnya dengan mata yang secara tiba-tiba terbelalak, aku sadar bahwa polisi tiu telah berejakulasi karena dirasakannya ada cairan-cairan hangat yang menyembur membanjiri lubang anusku. Cairan kental hangat itu memenuhi liang anusku sampai sampai meluber keluar membasahi paha dan sprei kasur. Setelah itu Bli Agung maju untuk mengambil giliran. Kali ini bli Agung mengangkat kedua kakiku ke atas pundaknya, dan kemudian dengan tidak sabar dia segera menancapkan Kontolnya yang sudah tegang ke dalam anusku. Bli Agung masih mengalami kesulitan saat memasukkan Kontolnya, meskipun anusku kini sudah licin oleh pejuh Pak Gunawan. Kembali lubang duburku diperkosa secara brutal oleh Bli Agung, dan aku lagi-lagi hanya dapat berteriak kesakitan. "Bangsatt, akkhh, bajingaann, sudahh, sudahh, keparaatttt.. ahhhhh", teriakku. Namun kali ini aku tidak berontak lagi, karena aku pikir itu hanya akan membuat polisi itu semakin bernafsu saja. Sementara itu bli Agung terus memompa anusku dengan cepat sambil satu tangannya menarik-narik putingku dan tidak lama kemudian dia mencapai puncaknya dan mengeluarkan seluruh pejuh nya di dalam anusku. "Ooohh, makan nih pejuh polisi. Kamu suka kan?? Ahhhhhh... ohhhhhh!!". Aku hanya dapat meringis kesakitan, tubuhku telentang tidak berdaya di lantai. Walaupun tangan dan kakiku sudah tidak dipegangi lagi. Aku dapat merasakan ada cairan hangat yang masuk ke dalam anusku. Sebagian pejuh bli Agung mengalir lagi keluar dari anusku. "Hmmpphh, hhmmpp, oohhkk, oughh", aku menjerit dengan tubuhku yang mengejang ketika bli Putu mulai menanamkan batang kemaluannya didalam liang anusku. Mataku terbelalak menahan rasa sakit anusku, tubuhku menggeliat-geliat sementara bli Putu terus berusaha menancapkan seluruh batang kontolnya. Memang agak sulit selain meskipun sudah dimasuki dua Kontol tadi, aku masih agak tegang sehingga anusku masih sangat sempit. Akhirnya dengan sekuat tenaganya, Bli Putu berhasil menanamkan seluruh batang kontolnya didalam anusku. Tubuhku berguncang-guncang merasakan sakit dan pedih tak terkirakan di duburku. Aku pun terus memohon kepada Bli Putu agar mau melepaskannya. "Ahh, rasain kamu, akhirnya aku bisa juga ngerasain jepitan anus kamu sayang", bisiknya ketelingaku. "Oouuhh, Paakk, saakiitt, Paak, ampuunn", rintihku dengan suara yang megap-megap. Jelas bli Putu tidak perduli. Dia malahan langsung menggenjot tubuhnya memompakan batang kemaluannya keluar masuk duburku. "Aakkhh, oohh, oouuhh, oohhggh", aku merintih- rintih, disaat tubuhku digenjot Oleh bli Putu, badanku pun semakin menggeliat-geliat. Otot-otot dinding anusku kuat mengurut-urut batang kemaluan bli Putu yang tertanam didalamnya, karenanya bli Putu merasa semakin nikmat. Sambil memukuli pantatku dengan tangannya, berharap agar anusku mencengkram Kontolnya dengan lebih erat karena lobang anusku mulai semakin mengendur. Tiba-tiba bli Putu mencabut Kontolnya dan dia duduk di atas dadaku. Bli Putu mengocok-ngocok kontolnya dengan kuat, sampai akhirnya dia memuncratkan pejuhnya ke arah wajahku. Aku gelagapan karena pejuh bli Putu mengenai bibir dan juga mataku. Setelah itu bli Putu masih sempat membersihkan sisa pejuh yang menempel di Kontolnya dengan mengoleskan Kontolnya ke bibirku. Selanjutnya dua orang, Bli Wayan dan Bli Made maju. Mereka kini menyuruhku untuk mengambil posisi seperti merangkak. Kemudian bli Wayan berlutut di belakang pantatku dan mulai mencoba memasukkan Kontolnya ke lubang anusku. "Gila nih cowok, pantatnya mantap bener, hangat lagi, lihat nih bro paha si Bayu. Mulus dan putih banget. Bener kata Pak Gunawan" Kata Bli Wayan. "Ampuunn Pakkkk, jangan sodomi saya lagi... paakk, saya mohoonn... sakit...". Membayangkan kesakitan itu, aku mencoba untuk berdiri, tetapi kepalaku dipegang oleh bli Made yang segera mendorong wajahku ke arah Kontolnya. Kini aku dipaksa mengulum dan menjilat Kontol bli Made. Kontol bli Made yang tidak terlalu besar tertelan semuanya di dalam itu, bli Wayan masih berusaha menusuk-nusukkan jarinya ke dalam lubang anusku. "Akkhh, oohh, aahh, sshh, perihh, pakk.. udah pakk.....!!!" Sesekali bli Wayan menampar pantatku dengan keras, sehingga aku merasa panas. "Gila nih anak laki, bokongnya mantap banget dan lobangnya kecil banget" Kemudian bli Wayan menjilati lubang anusku. Aku merasakan sensasi aneh yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya saat lidah polisi Wayan menjilati lubang anusku yang sudah berlumuran pejuh. Ia berada dibelakangku dengan posisi menghadap punggungku. Ketika lobang pantatku sudah terbuka, bli Wayan merentangkan kedua kakiku selebar bahu, dan.. "Aaakkhh.", aku kembali melolong panjang, badanku mengejang dan terangkat dari tempat tidur disaat bli Wayan menanamkan batang kemaluannya didalam lobang anusku. Rasa sakit tiada tara kembali dirasakan didaerah anusku, dengan tidak perlu bersusah payah bli Wayan berhasil menanamkan batang kemaluannya didalam lobang anusku, meskipun baru masuk setengahnya. Setelah itu tubuhku kembali disodok- sodok. Tidak lama kemudian aku kembali menjerit kesakitan. Rupanya anusku sudah jebol oleh Kontol bli Wayan yang gede banget yang berhasil masuk seluruhnya dengan paksa. Kini bli Wayan memperkosa anusku perlahan-lahan, karena lubang anusku masih sangat sakit. Ketika bli wayan menarik Kontolnya, bibir anusku terasa ikut tertarik sehingga agak monyong keluar. Lalu bli Wayan menyodokkan lagi Kontolnya, sehingga kini anusku mengempot. "Aaakkhh, ouughh, sakii..iitt, pak, periihh, akuu, nggakk.. kuatt, pakk, periihh, sakiitt... ooohhhhh". Aku menjerit keras sekali, aku merasakan rasa sakit yang teramat-sangat yang pernah dirasakan. Bli Wayan merasakan kesakitan sekaligus kenikmatan yang luar biasa saat Kontolnya dijepit oleh anusku. Bli Wayan merasa Kontolnya lecet didalam duburku. Kenikmatan yang terus- menerus dirasakannya ketika menunggangi pantatku. Tak terbayang bagaimana wajah Bang Wando, jika menyaksikan persetubuhan yang tidak manusiawi yang dialami pacarnya. Pacar yang selalu bisa menyenangkannya, sekarang tubuhnya sedang menungging telanjang bulat, pantatnya disodomi oleh Oknum-oknum Polisi sepertinya. Aku yakin bang Wando pasti langsung menonjok ampe babak belur para polisi bejat ini. Bang Wando... Tolong Bayu... Seperempat jam lamanya bli Wayan menyodomiku, waktu yang lama bagi aku yang semakin tersiksa. "Eegghh, aakkhh, oohh... ohhh...". Dengan mata merem- melek serta tubuh tersodok-sodok, aku merintih-rintih. Saat aku berteriak, kembali bli Made mendorong Kontolnya ke dalam mulutku, sehingga kini aku hanya dapat mengeluarkan suara erangan yang tertahan, karena mulutku penuh oleh Kontol bli Made. Tubuhku terdorong kedepan dan kebelakang mengikuti gerakan Kontol di anus dan mulutku. aku berteriak-teriak kesakitan. "Ahhhhhhhhhh..... Ooooooo... Ampoooon pak.. ampun pak Polisiiii!!!!" Keadaan ini berlangsung 35 menit sampai akhirnya bli Wayan dan bli Made mencapai puncak secara bersamaan. Bli Wayan yang sudah tidak tahan karena seret dan panasnya liang pantatku menyemburkan pejuhnya di dalam anusku, aku sekarang semakin merasakan perih pada anusku yang semakin lecet dan tersiram pejuh bli Wayan. Dan bli Made menyemburkan pejuhnya di dalam mulutku. Aku terpaksa menelan semua pejuh bli Made agar aku masih dapat bernafas. Aku hampir muntah merasakan pejuh itu masuk ke dalam kerongkonganku, namun tidak dapat karena Kontol bli Made masih berada di dalam mulutku. Aku biarkan saja Kontol bli Made berada di dalam mulutku untuk beberapa saat sampai bli Made menarik keluar Kontolnya dari mulutku. Plop! Sebagian sisi pejuh briptu Made yang tidak tertelan meluber keluar bercampur dengan air liurku. Kemudian bli Made memaksaku untuk membersihkan sisa pejuh Kontolnya dengan cara menjilatinya. Bripda Wayan juga masih membiarkan Kontolnya terbenam dalam anusku dan sesekali masih menggerak-gerakkan Kontolnya di dalam anusku, mencoba untuk merasakan kenikmatan yang lebih banyak. Aku dapat merasakan kehangatan pejuh di dalam lubang anusku yang secara perlahan mengalir keluar dari lubang anusku. Perih yang luar biasa dirasakan lubang duburku setelah kontol itu keluar.. Setelah bli Wayan mencabut Kontolnya dari anusku, lalu bli Agung mengambil kursi dan duduk di atasnya. Dia menarikku mendekati dan mengangkat tubuh kecilku lalu memposisikan mengangkangi Kontolnya dan menghadap kearahnya. Bli Agung kemudian mengarahkan Kontolnya ke anusku, dan kemudian memaksaku untuk duduk di atas pangkuannya, sehingga seluruh Kontol bli Agung langsung masuk ke dalam duburku. "Aohh, oouuhh, sakii..itt, udahh, Paak, ngiluu paakk.. pak.. ampuninnnn Bayu...", Aku mengerang kesakitan dan memohon iba dari polisi berbadan kekar dan berwajah tampan khas bali itu. Setelah itu, aku dipaksa bergerak naik turun. Sesekali bli Agung menyuruhku menghentikan gerakan untuk menahan orgasmenya. Bli Agung dapat merasakan duburku berdenyut-denyut seperti memijat Kontolnya, dan dia juga dapat merasakan kehangatan liang anusku yang sudah basah oleh pejuh-pejuh rekan-rekannya. Bli Agung masih belum puas. Dia memiringkan tubuhku lalu mengangkat kaki kananku ke bahunya dan mulai menyodok-nyodokan Kontolnya di anusku. Aku menahan sakit bercampur nikmat itu dengan menggigit bibirku sendiri hingga lecet, wajahku yang sudah penuh air mata dan memar bekas tamparan itu tidak membuat iba para Polisi itu. Bli Agung tanpa kenal ampun berkali-kali menghujamkan senjatanya dengan sepenuh tenaga. Bli Agung tidak dapat bertahan lama, karena dia sudah sangat terangsang sebelumnya ketika melihat aku diperkosa oleh para rekannya, sehingga dia langsung memuncratkan spermanya kedalam anusku. Aku kembali merasakan kehangatan yang mengalir di dalam liang pembuanganku. Selanjutnya Pak Gunawan yang masih mau lagi yang mengambil giliran untuk memperkosaku. Dia menarikku dari pangkuan bli Agung, kemudian dia sendiri tidur telentang di lantai. Aku disuruh untuk berlutut dengan kaki mengangkang di atas Kontol pak Gunawan. Kemudian secara kasar pak Gunawan menarik pantatku turun, sehingga anusku langsung terhunjam oleh Kontol Pak Gunawan yang sudah berdiri keras. "Akkhh, aakkhh, oogghh,.. Pak.. sudah... anusku sakit banget pak...". teriakan memilukan keluar dari mulutku. Kontol pak Gunawan, yang jauh lebih besar daripada Kontol Polisi rekan-rekannya diruang ini memasuki anusku, masuk semuanya ke dalam anusku, membuat aku kembali merasakan kesakitan karena ada benda keras yang masuk jauh ke dalam duburku. Aku merasa dinding anusku dikoyak-koyak oleh Kontol Pak Gunawan. Pak Gunawan memaksa aku untuk terus menggerakkan pinggulku naik turun, sehingga Kontol Pak Gunawan dapat bergerak keluar masuk duburku dengan leluasa. Kemudian Pak Gunawan menarikku ke arah dadanya, sehingga kini dadaku berhimpit dengan dada berotot Pak Gunawan. Pak Gunawan benar- benar terangsang. Melihat posisi seperti itu, Bli Wayan melepas ikat pinggangnya dan mulai mencambuk punggung dan bongkahan pantatku beberapa kali. "Akkhh, aakhh, damn, shitt.. sakit Pak!", Aku kembali merasakan perih luar biasa pada punggung, pantat, dan pahaku. Cambukan bli Wayan sangat keras sehingga membuat garis lurus merah di kulit punggung pantat, dan pahaku. Walaupun cambukan itu tidak terlalu keras, namun aku tetap merasakan perih dan panas di punggung dan pantatku, sehingga aku berhenti menggerakkan pinggul. Merasakan bahwa gerakanku terhenti, Pak Gunawan marah. Kemudian dia mencengkeram kedua belah pantatku dengan tangannya, dan memaksanya bergerak naik turun sampai akhirnya aku menggerakkan sendiri pantatku naik turun secara refleks. Pak Gunawan mencengkram pinggulku, lalu membuat goyangan memutar sehingga ia merasakan sensasi luar biasa dengan goyangan mengeborku itu. "Oohh, sshh, shh... bapak suka anusmu Bay.. Uhh... ohhhh", Pak Gunawan mendesah kenikmatan, sambil merasakan pantatku yang empuk basah menduduki selangkanganya. Ketika Pak Gunawan hampir mencapai klimaks, dia memelukku dan berguling, sehingga posisi kami kini bertukar, aku tidur di bawah dan Pak Gunawan di atasnya. Sambil mencium bibirku dengan sangat bernafsu, Pak Gunawan terus menggenjot anusku. Tidak lama kemudian gerakan Pak Gunawan terhenti. Pak Gunawan mencabut Kontolnya keluar dari duburku dan segera menyemprotkan spermanya di sekitar lubang anusku. Kemudian dia menarik tangan kananku dan memaksaku untuk meratakan sperma yang ada di sekitar anusku dengan tanganku sendiri. Setelah itu bli Putu yang tampan dan gagah itu mengambil giliran memperkosa anusku. Ia mengangkat kedua kakiku dan menyandarkannya diatas bahunya, bli Putu menempelkan kepala Kontolnya di mulut anusku. Dengan kasar bli Putu menyodokkan Kontolnya dengan keras kedalam liang duburku. Lalu ia mulai menggenjotnya. Hampir sepuluh menit bli Putu memompa duburku dengan kasar, membuat duburku semakin terasa lecet dan longgar. Sebelum mencapai puncaknya, bli Putu mencabut Kontolnya dari duburku dan memaksa aku untuk membuka mulut lebar- lebar untuk menampung spermanya. Setelah itu, bli Putu memaksa aku untuk berkumur dengan spermanya dan kemudian menelannya. Semua polisi disitu tertawa senang melihat itu, sementara aku menahan jijik dan rasa malu yang luar biasa karena diperlakukan dengan hina seperti itu. Kini wajahku terlihat gelagapan oleh sperma milik Bli Putu. Semua posisi yang mungkin dibayangkan dalam hubungan seks sudah dipraktekkan oleh para polisi kejam itu terhadap tubuhku. Kali ini aku tidak kuat lagi. Setelah lima polisi itu selesai memperkosaku untuk kesekian kalinya, aku akhirnya pingsan karena kecapaian dan karena kesakitan yang menyerang seluruh tubuhku terutama dianus. Aku telah diperkosa habis- habisan selama kurang lebih 7 jam oleh polisi-polisi bejat itu. Dan semua kejadian itu direkam oleh pak Gunawan. Lebih- lebih ketika posisi kedua tanganku yang terikat digantung keatas. Bli Made menjilati dan menciumi ketiakku. "Mmuuahh, ketek kamu bagus banget sih, rasanya asin tapi gurih dan baunya haruumm". Liur bli Made membasahi ketiakku. Aku kembali disetubuhi dari satu arah tentu saja lubang anus. Aku kini hanya bisa menggigit bibir sambil kakiku berusaha menendang- nendang ke segala arah, sambil sesekali seperti orang mengejan. "Ouughh, arrkhh, ouhh, udah paa..ak perih, sakiitt, ouughh, aa, akh!!!" Aku terus berontak seperti orang kesetanan. Karena pantatku mulai mengering, Pak Made kembali membasahi pantatku dan batang Kontolnya sendiri dengan lotion agar licin. Bli Made menyodomiku untuk kesekian kalinya. Dilanjutkan dengan bli Wayan lagi, yang senang sekali main sodomi. Apalagi dapat pantat seperti pantatku, ia semakin bernafsu menghancurkan anusku. Kemudian mereka kembali menelentangkan aku di lantai, lalu mereka maju semua mencari bagian- bagian tubuhku yang bisa di gunakan untuk memuaskan kontol kontol mereka. Bli Agung memasukkan Kontolnya ke dalam mulutku, dan memaksa mengulumnya. Pak Gunawan menyarangkan Kontolnya ke dalam anusku, double penetratio, yang berdarah-darah. bli Putu melesakkan Kontolnya yang super besar dan panjang itu ke dalam lobang pantatku yang sudah dimasuki kontol pak Gunawan. Akhirnya aku yang sudah tidak kuatpun pingsan, dengan anus yang dalam keadaan lecet parah, dan terus mengeluarkan darah dan sisa sperma. Darah dan sperma berceceran dimana- mana. Sudah puas para polisi tersebut, mereka membersihkan diri lalu meninggalkan tubuhku yang bugil dan berlepotan darah dan sperma dalam keadaan pingsan. Setelah para polisi gila itu pergi aku tidak tahu apa-apa lagi. Aku pingsan dan tak berdaya. Walaupun liburanku dipulau Bali masih ada beberapa hari, aku memutuskan untuk mengurung diri dikamar dan tidak ingin keluar. Pak Gunawan beberapa kali meng-sms atau misscall ke hapeku namun tidak aku gubris karena aku terlanjur sakit dengan kelakuannya dan teman-temannya dua hari lalu. Aku pun pulang ke kotaku dengan trauma yang dalam dan sesampainya dirumah, ayah dan ibuku bingung melihat aku yang diam dan tampak melamun padahal aku habis liburan. Mungkinkah aku trauma untuk berlibur sendiri lagi? Tragis.....!!! Aku malas untuk mengingat-ingat tampang dan nama-nama para polisi periwisata itu namun setiap aku mendengar kata Bali, aku selalu ingat kelakuan mereka yang memperkosaku. Aku harus bagaimana???? Tolong aku teman-teman...

cerita panas polisi gay